Sorothukum.com Pekanbaru _Lapangan serba guna Perumahan Utama Rejosari terlihat ramai sejak Minggu pagi. Matahari
baru mengeliat menampakkan terangnya, sejumlah orang tampak kasak kusuk mempersiapkan
hajatan pemilihan ketua rukun tetangga di perumahan itu.
Meja-meja disusun mengikuti alur lantai bangunan aula yang berdiri menjorok di ujung
lapangan. Sementara panitia berkemas mengatur meja kursi dan peralatan tulis, warga mulai
berdatangan – berkerumun di lapangan dan sebagian menempati kursi pengunjung di dalam aula.
Empat pekan yang lalu, di aula yang sama, tiga hajatan pemilihan ketua rukun tetangga telah
sukses terlaksana, disupervisi kantor Kelurahan Rejosari. Dua ketua rukun tetangga, dipilih dari
incumbent karena tak ada yang berminat jadi pesaing. Sementara ketua rukun tetangga 03 baru
saja terpilih setelah ada kontestasi antara Adrin dan Satria, dengan suara terbanyak diraih Adrin.
Mengantarnya menjabat ketua RT03 dan RW12 hingga tahun 2027 nanti.
“Pemilihan ketua rukun tetangga pagi ini, peminatnya ada dua orang. Saudara Dedy Reonaldi
nomor urut satu dan Suherman nomor urut dua,” ungkap Ramadhoni Saputra, ketua panitia
pemilihan. Dhoni pagi ini bergerak tidak sendirian. Dia dibantu Mardiyetni, ketua rukun tetangga
yang baru saja melepaskan jabatannya setelah lima tahun bertugas dan beberapa orang panitia.
Panitia pemilihan sebenarnya sudah disibukkan mempersiapkan hajatan ini sejak tiga pekan lalu.
Mulai dari mengumumkan pencalonan ke warga sekitar, menseleksi calon, meninventaris warga
pemilih hingga menebar undangan.
Mereka bekerja sesuai petunjuk SK Walikota Pekanbaru Nomor 247 tentang Petunjuk Teknis
Pemilihan Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga.
“Apa saja yang diatur dalam SK itulah yang kami jadikan pedoman pelaksanaan pemilihan ketua
rukun tetangga ini,” ungkap panitia.
Tepat pukul delapan, warga pemilih yang sudah antri terlihat beringsut mengambil kertas suara
dan mencoblos pilihannya. Layaknya pemilihan umum, panitia telah menyiapkan kertas suara
bergambar dua calon, lengkap dengan foto dan nomor urut. Panitia yang bertugas menjaga kotak
suara, berdiri tak jauh dari kotak itu sambil mengawasi warga saat memasukkan kertas suara
yang telah dicoblos.
Tak selang satu setengah jam berlalu, tumpukan kertas suara terlihat mulai menyesaki kotak
transparan itu. Terbuat dari bahan akrilik, kotak suara itu tembus pandang. Sehingga dapat dilihat
semua isi di dalamnya.
Antusiasme warga tampak dengan kerumunan yang terus bertambah. Pemilih yang telah
memberikan suaranya, sebagian mengambil duduk sambil menikmati hidangan yang disediakan
panitia – sebagian langsung bergegas pergi. Tepat pukul sebelas siang, acara pemilihan ditutup.
“Sesuai kesepakatan yang telah dibuat, karena waktu telah menunjukkan pukul sebelas maka kita
tutup pemilihan ini dan langsung kita lakukan penghitungan suara,” tegas Dhoni melalui
pengeras suara.
Panitia segera meminta saksi masing-masing calon untuk maju dan ikut membuka serta
menghitung isi kotak suara. Dari total 72 warga pemilih yang berhak dan terdaftar, ada 62
pemilih yang datang dan memberikan suaranya. Setelah dilakukan penghitungan secara terbuka
disaksikan seluruh warga yang hadir, Dedy Reonaldi mendapat suara 37 dan Suherman 25. Total
ada 62 suara yang memilih.
Gunawan, Kepala Bagian Pemerintahan di kantor Kelurahan Rejosari yang hadir di sela acara,
menyampaikan ucapan selamat kepada ketua RT terpilih dan panitia yang telah bekerja dengan
baik.
“Alhamdulillah, pemilihan ini telah selesai dan berjalan lancar. Pemenang sesungguhnya adalah
kita semua, tidak ada yang kalah, karena pemilihan ini dilakukan secara terbuka, transparan dan
demokratis untuk kita semua,” ucap Gunawan.
Ia pun meminta kepada ketua terpilih untuk segera menyusun kepengurusan karena diperkirakan
pelantikan seluruh ketua rukun tetangga di wilayah Kelurahan Rejosari akan dilaksanakan pada
bulan Mei tahun ini.
Sementara ketua RT yang lama, Mardiyetni SE, mengingatkan kepada ketua terpilih agar bekerja
dengan amanah dan sabar menghadapi dan melayani warga perumahan.
“Diharapkan kepada ketua terpilih jangan bekerja pandang bulu terhadap warga. Layani semua
warga dengan amanah dan tidak membeda-bedakan. Selamat bekerja,” tutup Mardiyetni.
Penulis : Sugi







Komentar