Sorot Hukum com — Bangkinang – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan serta memperluas wawasan Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang terus melakukan berbagai langkah strategis, salah satunya melalui penguatan literasi.
Hal ini diwujudkan dengan kegiatan koordinasi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar, Rabu (22/04/2026).
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas IIA Bangkinang, Arian Adibowo, yang diwakili oleh staf Binadik, melaksanakan kunjungan langsung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dalam rangka melengkapi koleksi buku bacaan di Pustaka Lapas Kelas IIA Bangkinang yang telah dipersiapkan sebagai sarana edukasi bagi Warga Binaan.
Rombongan disambut langsung oleh Srie hasniati, salah satu pegawai di dinas perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar.
Dalam pertemuan tersebut, Ibu Srie menyampaikan bahwa bentuk kerja sama yang dapat dilakukan berupa skema pinjam pakai buku dari perpustakaan kepada pihak lapas.
“Melalui koordinasi ini, kami dapat memfasilitasi peminjaman buku dengan sistem pinjam pakai, sebagaimana yang telah diterapkan di beberapa instansi lain. Nantinya, pihak Lapas dapat memilih berbagai jenis buku bacaan sesuai kebutuhan Warga Binaan.” jelas Srie.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa pihak perpustakaan akan turut memberikan pendampingan teknis terkait pengelolaan pojok baca di dalam lapas.
“Kami juga akan melakukan kunjungan langsung ke Lapas Kelas IIA Bangkinang untuk membantu dalam penataan buku serta memberikan edukasi Kepada Warga Binaan.” tambahnya.
Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Bangkinang, Arian Adibowo menyampaikan apresiasi atas sambutan serta respon positif yang diberikan.
Melalui kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca serta memberikan akses pengetahuan yang lebih luas bagi para Warga Binaan.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, turut memberikan pernyataan terkait pentingnya penguatan literasi di lingkungan pemasyarakatan terutama Kepada Warga Binaan.
“Program pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kemandirian dan keterampilan, tetapi juga pada peningkatan Literasi Warga Binaan. Melalui kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar ini, kami berharap dapat menyediakan bahan bacaan yang bermanfaat sehingga Warga Binaan dapat memanfaatkan waktu mereka dengan kegiatan positif, menambah wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” ungkap Alexander.
Dengan adanya sinergi ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang humanis dan edukatif, guna mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan secara optima”
( Red Andi putra )













Komentar